Senin, 17 November 2014

sepotong roti

pukul 02.56
pagi buta matahari masih saja malu menampakkan dirinya
aku terbangun
rencanaku pagi ini
sudah terbayang
aku beranjak mempersiapkan segalanya
memasak membuat sepotong roti
sepulang berkunjung ke rumah Allah
aku pun bergegas bersiap siap
menuju tempat
dimana kamu akan bertolak dari kota ini
kota ku dan kota mu
menuju tempat yang akan jadi saksi suksesmu
saksi perjuanganmu
pukul 04.48
aku tiba
perlahan aku sandarkan kendaraanku
melangkah pelan menuju kedalam
duduk termangu entah menunggu apa
bingung tak tau arah
ingin aku menghubungimu
hanya saja keterbatasan finansial
pagi buta sulit mencari toko buka
aku berusaha menghubungimu dengan berbagai cara
hanya saja mungkin engkau terlalu kesal dengan sikapku semalam
kata kataku tadi malam
tak ada respon
aku tak berani bilang bahwa aku menunggumu
dengan sepotong roti dalam kotak
aku hanya bertanya kapan kamu berangkat
masih tetap tak ada respon
ingin aku meminta maaf secara langsung
di dalam aku masih termangu
pikiran dan hatiku
pukul 06.45
lemah lunglai aku melangkah keluar
betapa pengecutnya diri ini
selalu saja menyusahkanmu
selalu saja menyisakan kisah sedih di setiap kepulanganmu
ingin aku saat ini menemuimu untuk sedikit menghapus luka
lagi lagi aku terlalu takut
hanya sanggup menunggu

kini aku hanya sanggup termenung
dengan sepotong roti dalam kotak
aku menulis mencurahkan luapan emosi
kesal aku dengan keadaanku seperti ini
maafkan aku
maaf

sepotong roti ini tetap sepotong roti

Minggu, 09 November 2014

adam dan hawa

wahai engkau putri hawa
titisan makhluk paling lembut yang pernah diciptakan
namun juga rapuh dan lemah
karena engkau
tercipta dari tulang rusuk sang adam
dan aku salah satu dari sekian putra adam
bersabarlah..
wahai sang tulang rusuk
janganlah dikau terlalu bengkok
hingga menusuk hati
janganlah engkau meragukan semua usahaku
karena sesegera mungkin
putra adam ini akan menjemputmu
meluruskan yang bengkok
menjaganya agar tidak patah dan rusak
karena aku tahu
dirimu begitu lembut juga rapuh
sungguh tanggung jawab yang sangat besar
bagi putra adam untuk menjagamu
melanjutkan perjuangan dua malaikat pelindungmu
ayah dan ibu
menjaga dari segala marabahaya yang dapat melukaimu
dengan yakin dan mantap
putra adam akan mendapatkan kembali tulang rusuknya yang hilang
selain itu
untuk menyambut datangnya orang terbaik yang selalu diharapkan
perlu persiapan matang dan keadaan yang terbaik pula
kelak akan kukatakan  pada kedua malaikatmu
bahwa,
engkaulah wahai tulang rusukku
tidak peduli seberapa bengkok dirimu
tidak peduli seberapa rapuh dirimu
engkaulah yang terbaik
kembalilah padaku wahai tulang rusuk adam yang hilang
mari bersaksi dihadapanNya
kita lah adam dan hawa yang kembali di pertemukan

Senin, 03 November 2014

AKU KAMU KITA

Kamu tau di usiaku yang sebesar ini aku banyak melihat dunia yang sekarang begitu indah,  indah namun menipu. Ya itulah dunia. Sempat terlena dan bahkan mungkin sering aku terlena dalam indahnya dunia.  Larut dalam berbagai urusan dunia,  hingga lupa akan sang pencipta dari segala keindahan ini.Tak banyak yang sudah aku perbuat untuk kehidupanku. Masa remajaku tak semanis dan seindah masa remaja yang diharapkan.  Masa SMA ku adalah masa paling kelam  terutama di awal hingga pertengahan. Aku terjebak,  karena mengenalnya.  Membuat semua konsentrasiku untuk masa mudaku buyar.
Semua itu bebeda semenjak aku mengenalmu,  muncul rasa kagum dalam hati akan tekad baikmu. Aku mulai membuka mata,  aku mulai bangun dari tidurku akan tipu daya dunia. Aku mulai ingat akan siapa pencipta semuanya,  penciptamu yang membuatmu begitu sempurna dan indah. Setiap melihatmu aku pun melihat diri sendiri.  Ada semangat tersendiri untuk memperbaiki diri,  karena di saat aku mengingatmu aku pun mengingatNya.
Waktu begitu cepat berlalu tak terasa sudah beberapa tahun aku mengenalmu,  menjalin komunikasi serta berbagi cerita.  Naik turun memang,  ada saat dimana kita baik baik saja. Adapula saat dimana kita bertengkar. Memang itulah hal lumrah yang sering terjadi diantara aku dan kamu. Banyak pelajaran yang aku dapat darimu. Bahagia memang rasanya.
Mulai tumbuh harapan harapan kecil dalam hati,  yang mana tumbuh dan bertumpuk menjadi harapan yang begitu besar. Impian yang sering terbayang dalam anganku,  hanya dalam anganku saat ini. Dengan percaya dirinya aku ceritakan soal rasaku ini kepadamu.  Seolah yakin kalau kamu punya rasa yang sama. Arogan memang,  ambisius ya aku terlalu berambisi besar. Sampai tak sadar bahwa kamu punya hati yang memang bukan hakku untuk mengatur dan memaksa.  Hingga lupa bahwa kamu berhak atas hatimu.  Lupa bahwa banyak orang hebat lainnya yang jauh lebih hebat dariku yang mengagumi bahkan punya rasa yang sama sepertiku denganmu. Dimana aku tak lagi berdaya di hadapan mereka entah siapapun itu.
Sulit memang menekan harapan yang membumbung tinggi,  sakit memang ketika tau kenyataan melenceng dari harapan.  Pernah aku berkata dan bertekad mendatangimu dengan tujuan yang lain setelah dua tahun kuran lebih aku berusaha.  Hingga saat ini hal itu masih terpatri,  tertancap kuat dalam hati dan pikiran. Namun ketika aku jatuh tersungkur ketika menjalani usaha ini,  bayangan kegagalnku itu semakin besar.  Takut dan khawaatir. Hanya sanggup aku berdoa atas kelancaran usahaku serta tercapainya target dan tekadku. 
Kembali kepada kenyataan bahwa banyak orang hebat yang kagum kepadamu. Itu menambah daftar  faktor kekhawatiranku.  Semua itu masih menyimpan misteri.  Bahkan beberapa dari tulisanmu menimbulkan pertanyaan bagiku. dan ya mungkin memang itu akan tetap menjadi misteri bagiku.  Aku hanya bisa menduga dan menebak.  Toh yang penting saat ini adalah aku harus fokus pada diri sendiri. Bekerja keras,  usaha dan berdoa demi ketercapaian target yang telah dibuat.
Aku tepikan semua hal yang tidak berkaitan dengan harapan harapanku.  Semua demi terwujudnya AKU KAMU KITA. 



Aku serius soal rasaku

kamu itu aku

Inilah puncak dari segala kegundahanmu
Dimana banyak luka hati yang kamu dapat
Tidurmu tak lagi tenang
Sekedar makan dengan nikmat pun tidak
Setiap hembusan nafas sangat berarti bagimu
Tetesan air mata selalu iringi langkahmu
Hatimu terluka
Ya hatimu memang sedang terluka
Sangat mudah bagimu memberikan harapan
Kepada siapapun
Kepada apapun
Hingga lupa bahwa kamu telah melambung tinggi
Membumbung tinggi setinggi langit
Ketika jatuh sakit amat sangat kamu dapat
Harapanmu pada saudaramu
Harapanmu pada ayahmu
Harapanmu pada usahamu
Hingga harapanmu padanya
Semuanya kamu berikan harapan itu
Seluruhnya
Seolah tak mau melihat kenyataan
Bahwa harapanmu itu
Hanya semu

Jumat, 31 Oktober 2014

sosok paling berwibawa dalam hidupku
salah satu seseorang yang paling aku pandang dalam kehidupanku
meskipun kini jarang aku berjumpa dengannya
hanya mendengar suaranya
hanya masa laluku yang menyisakan kisahku dengannya
itupun di selimuti berbagai permasalahan
sehingga sedikit kesempatanku bersua, bercanda, bercerita kepadanya
sampai tiba saatnya waktu dan jarak membuat aku terpisah dengannya
hingga saat ini
hanya beberapa kali aku berjumpa lagi
namun berbeda dengan dahulu
ada rasa canggung dalam hati ketika ingin bermanja ria dengannya
karena aku merasa sudah besar
karena aku laki laki
secuil kisahku dengannya
pernah aku melihatnya di hajar oleh orang asing
karena fitnah
aku hanya sanggup melihatnya dari balik pintu
melihatnya dari lubang surat dibawah pintu
hanya sanggup menangis keras dan mendobrak pintu
pintu terkunci
tak kuasa aku membantunya
melihatnya berdarah darah
aku tak bisa berbuat apa apa
ingin rasanya aku membunuh orang asing itu
lagi lagi kuasaku masih terbatas
sedikit memang kenangan yang kulalui bersamanya


taukah bahwa beliau tidak pernah merasakan bangku sekolah
kecuali hanya sampai kelas dua sekolah dasar
sedikit fakta tentangnya bahwa latar belakangnya bukan lah orang yang berpendidikan
tak ada sertifikat, ijazah maupu piagam yang dimiliki
kehidupannya sangat keras sejak beliau kecil
merantau ke negeri seberang
sejak lama
walau terkadang muncul rasa marah karena aku lama tak berjumpa beliau
walau terkadang muncul rasa tak terima
karena aku pun punya keinginan untuk berbagi masalah tentang sekoah, kuliah, remaja, pekerjaan dan lain lain kepadanya
layaknya kawan kawanku lainnya yang bercerita pada sosok yang mereka banggakan msing masing
namun masa lalunya lah yang membatasi itu
walaupun begitu tetaplah beliau sosok pria nomor satu dalam hidupku
dalam anganku aku selalu membayangkan
aku sedang mengadu kepadanya tentang berbagai permasalahanku termasuk permasalahan cinta dan hati
yang sering membuatku gelisah
dalam mimpi tidurku aku selalu terbayang berbicara empat mata dengannya
berkeluh kesah padanya
menangis dalam pelukannya
meskipun semua hanya bayangan dan mimpi
aku tetap bahagia
tersenyum dalam tangisan

ketika mengingat keadaanya saat ini
sakit rasanya
karena aku masih seperti dulu
tak sanggup berbuat apa apa
aku sangat mengharapkan kehadirannya
saat rasa seperti ini muncul
hati tersayat perih
hanya memejamkan mata yang kulakukan
seiring menitiknya air dari pelupuk mata
guna mengurangi dan meredam rasa sakit

inilah alasanku

kenangan
unsur kehidupan yang tak bisa lepas
ketika itu berujung indah
dengan senang hati di abadikan
di bingkai dengan berbagai macam bentuk
segala macam cara dilakukan
menyimpannya rapi
ketika itu berujung buruk
amarah dan penyesalan yang ada
menghindar dan mengelak
dari kenangan buruk
tak akan ada pigura cantik
untuk mengenangnya kembali
bahkan
sekedar mengenangnya kembali pun
tidak

hal itu tidak berlaku dalam kehidupanku
tak ada bingkai maupun pigura yang tertata rapi
untuk keduanya
kenangan baik dan buruk
masa kecilku hilang sudah
masa laluku tiada bersisa
tak ada rekaman jejak kehidupanku yang pasti
bahkan sekedar bukti bahwa aku pernah hidup di masa lalu
tak ada satupun
seolah aku adalah satu satunya manusia
yang lahir tanpa masa lalu
hanya ingatan yang orang lain tak akan pernah bisa tau
lisan yang orang lain hanya sanggup mendengar
tentu menyisakan keraguan bagi mereka
karena lisan menyampaikan tanpa ada bukti nyata
itulah mengapa aku selalu bercerita
apapun masalahnya
apapun tanggapan orang lain
karena aku tak punya tempat
untuk sekedar membingkai kisah masa laluku
itulah mengapa aku menulis
berharap akan ada yang membingkai kisahku
berharap akan ada yang mengenangku walaupun sedikit
jadilah aku yang seperti ini
terbuka kepada siapa pun
orang yang bagiku dekat dan tepat
hadir rasa nyaman dan lega rasanya setelah bercerita

aku tuliskan sedikit pengakuan ini
tanpa ada saksi
kecuali Tuhan dan air mata

aku rindu suasana rumah masa kecilku

Senin, 27 Oktober 2014

the right man


Berhentilah memaksaku untuk menerima amanah besar itu
Inilah kata hatiku yang sebenarnya
Aku bukan sosok ideal untuk memimpin
Tak ada sesuatu sedikit pun yang sanggup aku teladankan
Belum ada prestasi satu pun yang bisa aku banggakan
Memimpin diri sendiri pun aku tak sanggup
Aku sudah berusaha membuka mata kalian
Aku bukan pemimpin
Banyak hal yang membuat aku sadar diri
Semasa SMA, semasa jabatan osis, semasa mengemban amanah akhir tahun
Setelah melewati masa itulah aku sadar
Aku bukan seseorang yang bertanggung jawab
Aku bukan tipe orang yang sanggup menerima amanah sebesar itu
Karena itulah aku berusaha
Selalu berusaha untuk menunjukkan kalau aku bukan orang yang tepat
Aku tak ingin mengulangi kesalahan yang kedua kalinya
Dan merugikan banyak pihak


I am not the right man

Minggu, 26 Oktober 2014

amarahku


Sore ini aku melepas kepergianmu tanpa kata
Aku terlanjur menyimpan amarah
Mungkin memang aku ini egois
Terserahlah aku tak peduli
Namun semua ini
Bukan karena perlakuanmu kepadaku semata
Melainkan
Perlakuanmu padanya
Seseorang yang paling berharga dalam hidupku
Kamu menyakiti perasaannya
Kamu melukai hatinya
Jauh lebih sakit saat aku melihatnya menangis
Karena ulahmu
Tanpa merasa bersalah sedikit pun kamu mendatanginya
Kembali membuatnya kerepotan
Inilah amarahku
Inilah kekesalanku
Entah apa yang aku lakukan ini benar atau tidak
Bahkan ada rasa ingin aku bersumpah
Untuk tidak lagi berbicara padamu
Bahkan menyebut namamu
Saudaraku

Selasa, 07 Oktober 2014

HANYA SATU PERMINTAAN

rasaku..
mungkin ku pernah membaginya
pernah mempermainkannya
dulu aku salah dalam menyambutnya
menyampaikannya
mengekspresikannya
membuatku tersesat..
itu dulu..
hingga aku disadarkan
bahwa aku salah..

kini..
aku tahu apa yang harus aku perbuat
untuk rasaku
hanya satu yang harus dipertahankan
disampaikan dengan benar
diberikan dengan cara yang tepat
hanya satu yang berhak menerima


only you..
itulah kalimat yang terucap dalam rasaku
mantap dan yakin
tak mau memberinya dengan siapapun
hanya kamu
ucapnya sekali lagi
"ada satu permintaan"
pinta rasaku

hanya satu permintaannya..
untuk mencapai keabadian dan kesatuan rasa
maukah..
kamu mengabadikannya..
menyatukan keduanya.. rasaku dan rasamu

will you..
marry me..

marry you anyway

entah apa yang harus aku lakukan
masih banyak hal yang harus aku perjuangkan
halang rintang membentang
sejauh mata memandang
tak membuatku gentar

akan tetapi

kekhawatiran muncul
saat rasa takut kehilangan itu ada
ah tapi tak akan ku gubris semua kekhawatiran itu
saat ini

setiap waktu
aku seperti berjalan dihadapan cermin
membuat aku selalu berkaca
melihat seberapa burukkah wajahku
seberapa banyak bekas luka dan cacat pada tubuhku
sudahkah rambutku tertata rapi
sudahkah wajahku bersinar
adakah ketampanan dalam diriku
seperti itulah perasaanku saat ini
menimbang dan mencari keburukan untuk diperbaiki
menemukan kebaikan dan kelebihan sebagai modal
untuk mempertahankan
sesuatu yang indah
yang jauh melebihi gemerlap dunia
hal yang harus
aku pertahankan
demi kehidupan dunia
demi kebahagiaan di dunia yang kedua

inilah usahaku
dengan memperbaiki keburukanku saat ini
tunggu..
hingga saatnya aku menjemputmu
aku pasti mengenakan pakaian terbaikku
kutunjukkan akulah yang paling pantas !!

MARRY YOU ANYWAY

Minggu, 27 April 2014

suatu saat nanti

aku janji
aku tak akan sanggup menjaga lembut tanganmu
aku janji
aku tak akan sanggup merawat kecantikanmu
aku janji
tak akan sanggup mencegah munculnya kerutan di wajahmu
aku janji
aku tak akan sanggup membendung air matamu
aku janji
tidurmu tak akan tenang
aku janji
hatimu akan gelisah
aku janji
makan pun tak nyaman
aku janji
engkau pasti menangis bersedih
karena
aku tak hanya menjanjikan kebahagiaan dunia
kebahagiaan abadi yang di janjikan Allah
itu yang ingin aku berikan
untukmu
itu yang ingin aku tunjukkan
mungkin hanya itu yang dapat kulakukan
untuk meyakinkan ayahmu


janjiku pada saatnya nanti

Rabu, 19 Maret 2014

SURAT DARI SANG ANAK

suratan ini
rangkaian kata dari anakmu
hanya untukmu ayah bunda
yang mungkin tak sempat aku sampaikan
bahkan mungkin tak tersampaikan
terlalu besar rasa gengsi ini
hingga menutupi keinginan untuk
mengungkapkan rasa sayang ini pada kalian
anakmu
terlalu sombong untuk mengungkapkan cinta pada kalian
anakmu
lebih mudah mengungkapkan cinta pada orang lain
ungkapan cinta yang belum tepat waktunya
untuk disampaikan
namun anakmu lebih mudah mengatakan cinta
kepada orang lain dari pada
untuk kalian
ayah bunda
hina sungguh hina anakmu ini
maaf sungguh ingin terlontar kata kata ini
kepada kalian
lagi lagi rasa gengsi mencegah lisan untuk berkata kata
kini
anakmu hanya berharap memberikan yang terbaik untuk kalian
ayah bunda
anakmu bukan ujian bagi kalian
anakmu bukan fitnah bagi kalian
anakmu bukan malapetaka bagi kalian
tapi
anakmu ingin menjadi harapan
menjadi amal jariyah
menjadi penyelamat di akhirat nanti
menjadi buah hasil dari kerja keras
yang menyenangkan
membahagiakan
bahagia jasmani rohani
anakmu ingin menjadi aset berharga dunia akhirat 
tiket emas menuju surga
lebih dari sekedar harta dunia
maafkan anakmu
ini

Jumat, 07 Februari 2014

INI AKU YANG SEBENARNYA 2

berkat percikan api kecil itu.. kini aku memutuskan..
untuk ..
banting stir..
putar haluan..
bukan untuk menghindari badai..
namun untuk persiapan menghadapi badai..
tinggal menghitung hari lagi aku memulai perjalanan baru..
mulai dari situ kehidupanku harus berubah..
semua kebiasaan buruk buang jauh jauh ..
semua dunia yang mengganggu hapus saja..
shift + delete.. trus OK
mungkin termasuk dunia keduaku.. dunia maya..
pelan pelan aku harus mengurangi aktifitas itu..
karna kadang tiba tiba perasaan galau muncul karna sesuatu dari dunia maya..
bahkan sering..
sudahlah sebenarnya itu hanya masalah kecil..
lagi pula aku menikmati gejolak hati tersebut..
permasalahan sebenarnya adalah..
bagaimana caraku untuk beristiqomah..
luruskan niat..
ingat komitmen..
jalani dengan ikhlas..
ucapkan bismillah.. busungkan dada.. tegakkan kepala..
tatap masa depan dengan yakin dan mantap..
BISMILLAHIROHMANIROHIM...
AKU HARUS JADI SANTRI YANG BAIK..
AKU HARUS LEBIH BAIK LAGI..

INI AKU YANG SEBENARNYA

teringat dahulu sebenarnya aku pernah menjalani kehidupan ini..
bahkan aku terkenal baik dan entah kenapa aku jadi anak teladan.. selalu..
pertama kali aku menyandang gelar santri aku diangkat sebagai anak teladan karena selalu tampil rapi.. kedua aku pernah mendapat hadiah dari seorang syaikh asal madinah karena berhasil mengalahkan kawan kawan lainnya dalam kompetisi cerdas cermat kosa kata bahsa arab.. dalam kesempatan itu aku berhasil mengalahkan semua penantangku.. meskipun hadiahnya hanya sebungkus dodol garut.. itu sesuatu yang sangat berharga karena itu pemberian dari syaikh hamdan namanya beliau dari madinah..
aku pun pernah bermain sepak bola bersama beliau..
namun sebelum itu aku sempat kesulitan mengikuti kegiatan disana.. terutama hafalan.. sempat aku jadi yang paling terakhir lulus dari ujian membaca Al Qur'an.. hingga akhirnya aku dinyatakan lulus padahal kawan kawan yang lain sudah memulai hafalan.. aku tertinggal waktu itu.. aku hanya bisa menangis, menangis tak tahan.. alhamdulillah pelan pelan aku bisa mengejar mereka..
kemudian aku juga kesulitan menghadapi pelajaran yang didominasi bahasa arab dan hafalan.. aku sulit memahami.. sekali lagi puji syukur kehadirat Allah aku finish diperingkat ketiga setelah ujian semester.. berhasil mengalahkan kakakku sendiri..
itu semua hanya terjadi dalam setengah tahun.. namun sayangnya aku masih tetap merasa tidak betah dan akhirnya pindah di solo..
di sini perjalanan manis diawal sangat aku rasakan.. aku meraih peringkat pertama untuk yang pertama kalinya didunia smp sekolah menengah pertama.. aku juga menjadi bagian olahraga diosis dan berhasil membuat kompetisi futsal secara liga.. aku juga sempat merasakan manisnya juara satu dalam lomba nasyid yang diadakan setiap tahunnya.. dengan alat musik yang sederhana.. semua berjalan lancar.. aku pun diangkat menjadi ketua kamar sampai diakhir tahun aku dan anak buah kamarku berhasil nyabet juara dua dalam lomba pentas seni dan drama yang biasanya diadakan setiap akhir tahun..
ditahun berikutnya aku diangkat menjadi wakil ketua osis.. otomatis saat itu semua sangat memandangku teruatam ketua osisnya.. aku harus benar benar jadi panutan.. saat itu pula aku sering mendapatkan jajanan, makanan dari setiap wali santri yang datang menjenguk.. entah kenapa anehnya hanya aku yang sering mendapatkan itu..
yaa meskipun aku juga pernah melanggar dan mungkin terbilang sering namun hanya pelanggaran ringan sebenarnya..
ditahun kedua aku juga terpilih dalam kelompok pilihan untuk beladiri dari semua santri setu angkatan yang nantinya akan dilatih dan dipersiapkan untuk setiap pertandingan persahabatan.. setiap malam latihan fisik.. sampai tiba pada saat pertandingan persahabatan antar pondok aku terpilih namun sayangnya berat badanku yang paling ringan jadi tak ada lawan yang sepadan.. hingga akhirnya aku mendapat lawan yang lebih besar.. yaah habislah aku dihajar..
masih banyak pengalamanku dihajar lawan ketika beladiri.. haha tapi sempat berbangga aku karna pada saat latihan ada yang tidak berani melawanku disaat latihan haha kasihan mungkin dia ndak tega.. aku keliatan kecil banget mungkin haha
berlanjut ditahun ketiga di saat itu aku menjadi penasihat angkatan namun akirnya diangkat menjadi ketua angkatan yang sebenarnya saat itu aku hanya menggantikan haha
banyak kenangan manis banyak juga kenangan pahit saat itu.. tapi saat paling mengharukan adalah saat saat perpisahan dengan kawan kawanku disana.. aku menangis sungguh.. entah kenapa aku berat meninggalkan mereka.. walaupun bahagia karena esoknya adalah hari perpulangan..
sebenarnya tek sesingkat ini cerita pengalamanku..
itu masa laluku.. masa lalu yang cerah.. masa lalu dimana aku bisa berjaya.. masa dimana aku diperhitungkan..
tapi sayang semua itu tidak terulang di jenjang berikutnya.. aku hancur.. jauh dari cahaya terang.. aku tersesat jauh kedalam kegelapan.. aku bukan lagi panutan bukan pula teladan..
dalam waktu yang sekejap aku berubah total.. tak ada yang tersisa dari cahaya itu.. aku sendiri tak mau mengingat penyebab itu.. sudahlah..
diriku yang sebenarnya hilang sudah.. kini aku berjalan dengan beribu kepalsuan..
sampai ada sesuatu yang menyadarkanku..
ada percikan yang muncul menghidupkan api serta sedikit memberikan cahaya yang telah lama hilang..

Selasa, 28 Januari 2014

kehidupan baru..
ah yang spesial dikehidupan baru hilang sudah..
nggak ada perubahan yang mencolok dalam diri ini..
ya karna memang belum banyak yang aku perbuat..
terlalu larut aku dalam masalah yang sebenarnya belum perlu..
sebaiknya aku simpan baik baik ini dalam hati..
tetap begini.. utuh.. tak ada yang merubah komitmen hati ini..
aku terlalu khawatir dan takut..
akan tidak tercapainya komitmen ini..

namun kini aku dapat jawaban
jawaban yang memang tidak menjawab sepenuhnya
tapi cukup untuk mendongkrak semangat..
setidaknya tak lagi begitu terporsir dan khawatir..
semoga ini dapat mewarnai kehidupan baruku..
mudah mudahan benar benar dapat merubah segalanya
memperbarui semuanya..
memperbaiki semuanya..


watch on me at two years later..

Jumat, 03 Januari 2014

JIKA SAJA..

hidup..
bernafas..
anugerah terindah dari Tuhan..
bukan berarti itu semua cuma cuma..
akan ada permintaan pertanggungjawaban..
dari setiap hembusan nafas yang terbuang percuma..
apa yang sudah kuperbuat..??
untuk menghadapi itu..
untuk membayar tagihan itu..
bukankah..
tidak pernah ada sesuatu yang menjanjikan..
yang sudah diperbuat untuk menjamin kehidupan nanti..
lalu apa??
apa yang harus dilakukan??
menyesal bukanlah jalan..
mengeluh bukanlah solusi..
bermanfaat untuk diri sendiri saja belum..
apalagi untuk orang lain..
tidak ada jalan pintas..
tidak ada jembatan bantu..
semua buntu..
tembok besar..
siap menimpaku..
reruntuhan..
akan menguburku dalam dalam..
maka aku tak akan pernah dikenang..
apa aku bisa lari??
ahh..
lari juga bukan solusi..
siapkan diri..
ambil nafas dalam dalam..
nikmati sisa jatah udara yang masih disediakan..
selagi masih ada kesempatan..
meskipun sedikit..
perbaiki yang masih sempat diperbaiki..
ini bukan putus asa..
hanya mengukur batas kemampuan yang ada..
dan..
aku mohon ampun..
menangis..
ini..
bukan penyesalan..
ini perbaikan..
jika saja..
waktu itu tiba..
tapi..
jika masih ada kesempatan..
ingin aku berguna untuk siapapun..
orang terdekat, sanak saudara, keluarga juga bangsa..