Kamu tau di usiaku yang sebesar ini aku banyak melihat dunia yang sekarang begitu indah, indah namun menipu. Ya itulah dunia. Sempat terlena dan bahkan mungkin sering aku terlena dalam indahnya dunia. Larut dalam berbagai urusan dunia, hingga lupa akan sang pencipta dari segala keindahan ini.Tak banyak yang sudah aku perbuat untuk kehidupanku. Masa remajaku tak semanis dan seindah masa remaja yang diharapkan. Masa SMA ku adalah masa paling kelam terutama di awal hingga pertengahan. Aku terjebak, karena mengenalnya. Membuat semua konsentrasiku untuk masa mudaku buyar.
Semua itu bebeda semenjak aku mengenalmu, muncul rasa kagum dalam hati akan tekad baikmu. Aku mulai membuka mata, aku mulai bangun dari tidurku akan tipu daya dunia. Aku mulai ingat akan siapa pencipta semuanya, penciptamu yang membuatmu begitu sempurna dan indah. Setiap melihatmu aku pun melihat diri sendiri. Ada semangat tersendiri untuk memperbaiki diri, karena di saat aku mengingatmu aku pun mengingatNya.
Waktu begitu cepat berlalu tak terasa sudah beberapa tahun aku mengenalmu, menjalin komunikasi serta berbagi cerita. Naik turun memang, ada saat dimana kita baik baik saja. Adapula saat dimana kita bertengkar. Memang itulah hal lumrah yang sering terjadi diantara aku dan kamu. Banyak pelajaran yang aku dapat darimu. Bahagia memang rasanya.
Mulai tumbuh harapan harapan kecil dalam hati, yang mana tumbuh dan bertumpuk menjadi harapan yang begitu besar. Impian yang sering terbayang dalam anganku, hanya dalam anganku saat ini. Dengan percaya dirinya aku ceritakan soal rasaku ini kepadamu. Seolah yakin kalau kamu punya rasa yang sama. Arogan memang, ambisius ya aku terlalu berambisi besar. Sampai tak sadar bahwa kamu punya hati yang memang bukan hakku untuk mengatur dan memaksa. Hingga lupa bahwa kamu berhak atas hatimu. Lupa bahwa banyak orang hebat lainnya yang jauh lebih hebat dariku yang mengagumi bahkan punya rasa yang sama sepertiku denganmu. Dimana aku tak lagi berdaya di hadapan mereka entah siapapun itu.
Sulit memang menekan harapan yang membumbung tinggi, sakit memang ketika tau kenyataan melenceng dari harapan. Pernah aku berkata dan bertekad mendatangimu dengan tujuan yang lain setelah dua tahun kuran lebih aku berusaha. Hingga saat ini hal itu masih terpatri, tertancap kuat dalam hati dan pikiran. Namun ketika aku jatuh tersungkur ketika menjalani usaha ini, bayangan kegagalnku itu semakin besar. Takut dan khawaatir. Hanya sanggup aku berdoa atas kelancaran usahaku serta tercapainya target dan tekadku.
Kembali kepada kenyataan bahwa banyak orang hebat yang kagum kepadamu. Itu menambah daftar faktor kekhawatiranku. Semua itu masih menyimpan misteri. Bahkan beberapa dari tulisanmu menimbulkan pertanyaan bagiku. dan ya mungkin memang itu akan tetap menjadi misteri bagiku. Aku hanya bisa menduga dan menebak. Toh yang penting saat ini adalah aku harus fokus pada diri sendiri. Bekerja keras, usaha dan berdoa demi ketercapaian target yang telah dibuat.
Aku tepikan semua hal yang tidak berkaitan dengan harapan harapanku. Semua demi terwujudnya AKU KAMU KITA.
Aku serius soal rasaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar