Jumat, 31 Oktober 2014

sosok paling berwibawa dalam hidupku
salah satu seseorang yang paling aku pandang dalam kehidupanku
meskipun kini jarang aku berjumpa dengannya
hanya mendengar suaranya
hanya masa laluku yang menyisakan kisahku dengannya
itupun di selimuti berbagai permasalahan
sehingga sedikit kesempatanku bersua, bercanda, bercerita kepadanya
sampai tiba saatnya waktu dan jarak membuat aku terpisah dengannya
hingga saat ini
hanya beberapa kali aku berjumpa lagi
namun berbeda dengan dahulu
ada rasa canggung dalam hati ketika ingin bermanja ria dengannya
karena aku merasa sudah besar
karena aku laki laki
secuil kisahku dengannya
pernah aku melihatnya di hajar oleh orang asing
karena fitnah
aku hanya sanggup melihatnya dari balik pintu
melihatnya dari lubang surat dibawah pintu
hanya sanggup menangis keras dan mendobrak pintu
pintu terkunci
tak kuasa aku membantunya
melihatnya berdarah darah
aku tak bisa berbuat apa apa
ingin rasanya aku membunuh orang asing itu
lagi lagi kuasaku masih terbatas
sedikit memang kenangan yang kulalui bersamanya


taukah bahwa beliau tidak pernah merasakan bangku sekolah
kecuali hanya sampai kelas dua sekolah dasar
sedikit fakta tentangnya bahwa latar belakangnya bukan lah orang yang berpendidikan
tak ada sertifikat, ijazah maupu piagam yang dimiliki
kehidupannya sangat keras sejak beliau kecil
merantau ke negeri seberang
sejak lama
walau terkadang muncul rasa marah karena aku lama tak berjumpa beliau
walau terkadang muncul rasa tak terima
karena aku pun punya keinginan untuk berbagi masalah tentang sekoah, kuliah, remaja, pekerjaan dan lain lain kepadanya
layaknya kawan kawanku lainnya yang bercerita pada sosok yang mereka banggakan msing masing
namun masa lalunya lah yang membatasi itu
walaupun begitu tetaplah beliau sosok pria nomor satu dalam hidupku
dalam anganku aku selalu membayangkan
aku sedang mengadu kepadanya tentang berbagai permasalahanku termasuk permasalahan cinta dan hati
yang sering membuatku gelisah
dalam mimpi tidurku aku selalu terbayang berbicara empat mata dengannya
berkeluh kesah padanya
menangis dalam pelukannya
meskipun semua hanya bayangan dan mimpi
aku tetap bahagia
tersenyum dalam tangisan

ketika mengingat keadaanya saat ini
sakit rasanya
karena aku masih seperti dulu
tak sanggup berbuat apa apa
aku sangat mengharapkan kehadirannya
saat rasa seperti ini muncul
hati tersayat perih
hanya memejamkan mata yang kulakukan
seiring menitiknya air dari pelupuk mata
guna mengurangi dan meredam rasa sakit

inilah alasanku

kenangan
unsur kehidupan yang tak bisa lepas
ketika itu berujung indah
dengan senang hati di abadikan
di bingkai dengan berbagai macam bentuk
segala macam cara dilakukan
menyimpannya rapi
ketika itu berujung buruk
amarah dan penyesalan yang ada
menghindar dan mengelak
dari kenangan buruk
tak akan ada pigura cantik
untuk mengenangnya kembali
bahkan
sekedar mengenangnya kembali pun
tidak

hal itu tidak berlaku dalam kehidupanku
tak ada bingkai maupun pigura yang tertata rapi
untuk keduanya
kenangan baik dan buruk
masa kecilku hilang sudah
masa laluku tiada bersisa
tak ada rekaman jejak kehidupanku yang pasti
bahkan sekedar bukti bahwa aku pernah hidup di masa lalu
tak ada satupun
seolah aku adalah satu satunya manusia
yang lahir tanpa masa lalu
hanya ingatan yang orang lain tak akan pernah bisa tau
lisan yang orang lain hanya sanggup mendengar
tentu menyisakan keraguan bagi mereka
karena lisan menyampaikan tanpa ada bukti nyata
itulah mengapa aku selalu bercerita
apapun masalahnya
apapun tanggapan orang lain
karena aku tak punya tempat
untuk sekedar membingkai kisah masa laluku
itulah mengapa aku menulis
berharap akan ada yang membingkai kisahku
berharap akan ada yang mengenangku walaupun sedikit
jadilah aku yang seperti ini
terbuka kepada siapa pun
orang yang bagiku dekat dan tepat
hadir rasa nyaman dan lega rasanya setelah bercerita

aku tuliskan sedikit pengakuan ini
tanpa ada saksi
kecuali Tuhan dan air mata

aku rindu suasana rumah masa kecilku

Senin, 27 Oktober 2014

the right man


Berhentilah memaksaku untuk menerima amanah besar itu
Inilah kata hatiku yang sebenarnya
Aku bukan sosok ideal untuk memimpin
Tak ada sesuatu sedikit pun yang sanggup aku teladankan
Belum ada prestasi satu pun yang bisa aku banggakan
Memimpin diri sendiri pun aku tak sanggup
Aku sudah berusaha membuka mata kalian
Aku bukan pemimpin
Banyak hal yang membuat aku sadar diri
Semasa SMA, semasa jabatan osis, semasa mengemban amanah akhir tahun
Setelah melewati masa itulah aku sadar
Aku bukan seseorang yang bertanggung jawab
Aku bukan tipe orang yang sanggup menerima amanah sebesar itu
Karena itulah aku berusaha
Selalu berusaha untuk menunjukkan kalau aku bukan orang yang tepat
Aku tak ingin mengulangi kesalahan yang kedua kalinya
Dan merugikan banyak pihak


I am not the right man

Minggu, 26 Oktober 2014

amarahku


Sore ini aku melepas kepergianmu tanpa kata
Aku terlanjur menyimpan amarah
Mungkin memang aku ini egois
Terserahlah aku tak peduli
Namun semua ini
Bukan karena perlakuanmu kepadaku semata
Melainkan
Perlakuanmu padanya
Seseorang yang paling berharga dalam hidupku
Kamu menyakiti perasaannya
Kamu melukai hatinya
Jauh lebih sakit saat aku melihatnya menangis
Karena ulahmu
Tanpa merasa bersalah sedikit pun kamu mendatanginya
Kembali membuatnya kerepotan
Inilah amarahku
Inilah kekesalanku
Entah apa yang aku lakukan ini benar atau tidak
Bahkan ada rasa ingin aku bersumpah
Untuk tidak lagi berbicara padamu
Bahkan menyebut namamu
Saudaraku

Selasa, 07 Oktober 2014

HANYA SATU PERMINTAAN

rasaku..
mungkin ku pernah membaginya
pernah mempermainkannya
dulu aku salah dalam menyambutnya
menyampaikannya
mengekspresikannya
membuatku tersesat..
itu dulu..
hingga aku disadarkan
bahwa aku salah..

kini..
aku tahu apa yang harus aku perbuat
untuk rasaku
hanya satu yang harus dipertahankan
disampaikan dengan benar
diberikan dengan cara yang tepat
hanya satu yang berhak menerima


only you..
itulah kalimat yang terucap dalam rasaku
mantap dan yakin
tak mau memberinya dengan siapapun
hanya kamu
ucapnya sekali lagi
"ada satu permintaan"
pinta rasaku

hanya satu permintaannya..
untuk mencapai keabadian dan kesatuan rasa
maukah..
kamu mengabadikannya..
menyatukan keduanya.. rasaku dan rasamu

will you..
marry me..

marry you anyway

entah apa yang harus aku lakukan
masih banyak hal yang harus aku perjuangkan
halang rintang membentang
sejauh mata memandang
tak membuatku gentar

akan tetapi

kekhawatiran muncul
saat rasa takut kehilangan itu ada
ah tapi tak akan ku gubris semua kekhawatiran itu
saat ini

setiap waktu
aku seperti berjalan dihadapan cermin
membuat aku selalu berkaca
melihat seberapa burukkah wajahku
seberapa banyak bekas luka dan cacat pada tubuhku
sudahkah rambutku tertata rapi
sudahkah wajahku bersinar
adakah ketampanan dalam diriku
seperti itulah perasaanku saat ini
menimbang dan mencari keburukan untuk diperbaiki
menemukan kebaikan dan kelebihan sebagai modal
untuk mempertahankan
sesuatu yang indah
yang jauh melebihi gemerlap dunia
hal yang harus
aku pertahankan
demi kehidupan dunia
demi kebahagiaan di dunia yang kedua

inilah usahaku
dengan memperbaiki keburukanku saat ini
tunggu..
hingga saatnya aku menjemputmu
aku pasti mengenakan pakaian terbaikku
kutunjukkan akulah yang paling pantas !!

MARRY YOU ANYWAY