sosok paling berwibawa dalam hidupku
salah satu seseorang yang paling aku pandang dalam kehidupanku
meskipun kini jarang aku berjumpa dengannya
hanya mendengar suaranya
hanya masa laluku yang menyisakan kisahku dengannya
itupun di selimuti berbagai permasalahan
sehingga sedikit kesempatanku bersua, bercanda, bercerita kepadanya
sampai tiba saatnya waktu dan jarak membuat aku terpisah dengannya
hingga saat ini
hanya beberapa kali aku berjumpa lagi
namun berbeda dengan dahulu
ada rasa canggung dalam hati ketika ingin bermanja ria dengannya
karena aku merasa sudah besar
karena aku laki laki
secuil kisahku dengannya
pernah aku melihatnya di hajar oleh orang asing
karena fitnah
aku hanya sanggup melihatnya dari balik pintu
melihatnya dari lubang surat dibawah pintu
hanya sanggup menangis keras dan mendobrak pintu
pintu terkunci
tak kuasa aku membantunya
melihatnya berdarah darah
aku tak bisa berbuat apa apa
ingin rasanya aku membunuh orang asing itu
lagi lagi kuasaku masih terbatas
sedikit memang kenangan yang kulalui bersamanya
taukah bahwa beliau tidak pernah merasakan bangku sekolah
kecuali hanya sampai kelas dua sekolah dasar
sedikit fakta tentangnya bahwa latar belakangnya bukan lah orang yang berpendidikan
tak ada sertifikat, ijazah maupu piagam yang dimiliki
kehidupannya sangat keras sejak beliau kecil
merantau ke negeri seberang
sejak lama
walau terkadang muncul rasa marah karena aku lama tak berjumpa beliau
walau terkadang muncul rasa tak terima
karena aku pun punya keinginan untuk berbagi masalah tentang sekoah, kuliah, remaja, pekerjaan dan lain lain kepadanya
layaknya kawan kawanku lainnya yang bercerita pada sosok yang mereka banggakan msing masing
namun masa lalunya lah yang membatasi itu
walaupun begitu tetaplah beliau sosok pria nomor satu dalam hidupku
dalam anganku aku selalu membayangkan
aku sedang mengadu kepadanya tentang berbagai permasalahanku termasuk permasalahan cinta dan hati
yang sering membuatku gelisah
dalam mimpi tidurku aku selalu terbayang berbicara empat mata dengannya
berkeluh kesah padanya
menangis dalam pelukannya
meskipun semua hanya bayangan dan mimpi
aku tetap bahagia
tersenyum dalam tangisan
ketika mengingat keadaanya saat ini
sakit rasanya
karena aku masih seperti dulu
tak sanggup berbuat apa apa
aku sangat mengharapkan kehadirannya
saat rasa seperti ini muncul
hati tersayat perih
hanya memejamkan mata yang kulakukan
seiring menitiknya air dari pelupuk mata
guna mengurangi dan meredam rasa sakit
salah satu seseorang yang paling aku pandang dalam kehidupanku
meskipun kini jarang aku berjumpa dengannya
hanya mendengar suaranya
hanya masa laluku yang menyisakan kisahku dengannya
itupun di selimuti berbagai permasalahan
sehingga sedikit kesempatanku bersua, bercanda, bercerita kepadanya
sampai tiba saatnya waktu dan jarak membuat aku terpisah dengannya
hingga saat ini
hanya beberapa kali aku berjumpa lagi
namun berbeda dengan dahulu
ada rasa canggung dalam hati ketika ingin bermanja ria dengannya
karena aku merasa sudah besar
karena aku laki laki
secuil kisahku dengannya
pernah aku melihatnya di hajar oleh orang asing
karena fitnah
aku hanya sanggup melihatnya dari balik pintu
melihatnya dari lubang surat dibawah pintu
hanya sanggup menangis keras dan mendobrak pintu
pintu terkunci
tak kuasa aku membantunya
melihatnya berdarah darah
aku tak bisa berbuat apa apa
ingin rasanya aku membunuh orang asing itu
lagi lagi kuasaku masih terbatas
sedikit memang kenangan yang kulalui bersamanya
taukah bahwa beliau tidak pernah merasakan bangku sekolah
kecuali hanya sampai kelas dua sekolah dasar
sedikit fakta tentangnya bahwa latar belakangnya bukan lah orang yang berpendidikan
tak ada sertifikat, ijazah maupu piagam yang dimiliki
kehidupannya sangat keras sejak beliau kecil
merantau ke negeri seberang
sejak lama
walau terkadang muncul rasa marah karena aku lama tak berjumpa beliau
walau terkadang muncul rasa tak terima
karena aku pun punya keinginan untuk berbagi masalah tentang sekoah, kuliah, remaja, pekerjaan dan lain lain kepadanya
layaknya kawan kawanku lainnya yang bercerita pada sosok yang mereka banggakan msing masing
namun masa lalunya lah yang membatasi itu
walaupun begitu tetaplah beliau sosok pria nomor satu dalam hidupku
dalam anganku aku selalu membayangkan
aku sedang mengadu kepadanya tentang berbagai permasalahanku termasuk permasalahan cinta dan hati
yang sering membuatku gelisah
dalam mimpi tidurku aku selalu terbayang berbicara empat mata dengannya
berkeluh kesah padanya
menangis dalam pelukannya
meskipun semua hanya bayangan dan mimpi
aku tetap bahagia
tersenyum dalam tangisan
ketika mengingat keadaanya saat ini
sakit rasanya
karena aku masih seperti dulu
tak sanggup berbuat apa apa
aku sangat mengharapkan kehadirannya
saat rasa seperti ini muncul
hati tersayat perih
hanya memejamkan mata yang kulakukan
seiring menitiknya air dari pelupuk mata
guna mengurangi dan meredam rasa sakit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar