teringat dahulu sebenarnya aku pernah menjalani kehidupan ini..
bahkan aku terkenal baik dan entah kenapa aku jadi anak teladan.. selalu..
pertama kali aku menyandang gelar santri aku diangkat sebagai anak teladan karena selalu tampil rapi.. kedua aku pernah mendapat hadiah dari seorang syaikh asal madinah karena berhasil mengalahkan kawan kawan lainnya dalam kompetisi cerdas cermat kosa kata bahsa arab.. dalam kesempatan itu aku berhasil mengalahkan semua penantangku.. meskipun hadiahnya hanya sebungkus dodol garut.. itu sesuatu yang sangat berharga karena itu pemberian dari syaikh hamdan namanya beliau dari madinah..
aku pun pernah bermain sepak bola bersama beliau..
namun sebelum itu aku sempat kesulitan mengikuti kegiatan disana.. terutama hafalan.. sempat aku jadi yang paling terakhir lulus dari ujian membaca Al Qur'an.. hingga akhirnya aku dinyatakan lulus padahal kawan kawan yang lain sudah memulai hafalan.. aku tertinggal waktu itu.. aku hanya bisa menangis, menangis tak tahan.. alhamdulillah pelan pelan aku bisa mengejar mereka..
kemudian aku juga kesulitan menghadapi pelajaran yang didominasi bahasa arab dan hafalan.. aku sulit memahami.. sekali lagi puji syukur kehadirat Allah aku finish diperingkat ketiga setelah ujian semester.. berhasil mengalahkan kakakku sendiri..
itu semua hanya terjadi dalam setengah tahun.. namun sayangnya aku masih tetap merasa tidak betah dan akhirnya pindah di solo..
di sini perjalanan manis diawal sangat aku rasakan.. aku meraih peringkat pertama untuk yang pertama kalinya didunia smp sekolah menengah pertama.. aku juga menjadi bagian olahraga diosis dan berhasil membuat kompetisi futsal secara liga.. aku juga sempat merasakan manisnya juara satu dalam lomba nasyid yang diadakan setiap tahunnya.. dengan alat musik yang sederhana.. semua berjalan lancar.. aku pun diangkat menjadi ketua kamar sampai diakhir tahun aku dan anak buah kamarku berhasil nyabet juara dua dalam lomba pentas seni dan drama yang biasanya diadakan setiap akhir tahun..
ditahun berikutnya aku diangkat menjadi wakil ketua osis.. otomatis saat itu semua sangat memandangku teruatam ketua osisnya.. aku harus benar benar jadi panutan.. saat itu pula aku sering mendapatkan jajanan, makanan dari setiap wali santri yang datang menjenguk.. entah kenapa anehnya hanya aku yang sering mendapatkan itu..
yaa meskipun aku juga pernah melanggar dan mungkin terbilang sering namun hanya pelanggaran ringan sebenarnya..
ditahun kedua aku juga terpilih dalam kelompok pilihan untuk beladiri dari semua santri setu angkatan yang nantinya akan dilatih dan dipersiapkan untuk setiap pertandingan persahabatan.. setiap malam latihan fisik.. sampai tiba pada saat pertandingan persahabatan antar pondok aku terpilih namun sayangnya berat badanku yang paling ringan jadi tak ada lawan yang sepadan.. hingga akhirnya aku mendapat lawan yang lebih besar.. yaah habislah aku dihajar..
masih banyak pengalamanku dihajar lawan ketika beladiri.. haha tapi sempat berbangga aku karna pada saat latihan ada yang tidak berani melawanku disaat latihan haha kasihan mungkin dia ndak tega.. aku keliatan kecil banget mungkin haha
berlanjut ditahun ketiga di saat itu aku menjadi penasihat angkatan namun akirnya diangkat menjadi ketua angkatan yang sebenarnya saat itu aku hanya menggantikan haha
banyak kenangan manis banyak juga kenangan pahit saat itu.. tapi saat paling mengharukan adalah saat saat perpisahan dengan kawan kawanku disana.. aku menangis sungguh.. entah kenapa aku berat meninggalkan mereka.. walaupun bahagia karena esoknya adalah hari perpulangan..
sebenarnya tek sesingkat ini cerita pengalamanku..
itu masa laluku.. masa lalu yang cerah.. masa lalu dimana aku bisa berjaya.. masa dimana aku diperhitungkan..
tapi sayang semua itu tidak terulang di jenjang berikutnya.. aku hancur.. jauh dari cahaya terang.. aku tersesat jauh kedalam kegelapan.. aku bukan lagi panutan bukan pula teladan..
dalam waktu yang sekejap aku berubah total.. tak ada yang tersisa dari cahaya itu.. aku sendiri tak mau mengingat penyebab itu.. sudahlah..
diriku yang sebenarnya hilang sudah.. kini aku berjalan dengan beribu kepalsuan..
sampai ada sesuatu yang menyadarkanku..
ada percikan yang muncul menghidupkan api serta sedikit memberikan cahaya yang telah lama hilang..
bahkan aku terkenal baik dan entah kenapa aku jadi anak teladan.. selalu..
pertama kali aku menyandang gelar santri aku diangkat sebagai anak teladan karena selalu tampil rapi.. kedua aku pernah mendapat hadiah dari seorang syaikh asal madinah karena berhasil mengalahkan kawan kawan lainnya dalam kompetisi cerdas cermat kosa kata bahsa arab.. dalam kesempatan itu aku berhasil mengalahkan semua penantangku.. meskipun hadiahnya hanya sebungkus dodol garut.. itu sesuatu yang sangat berharga karena itu pemberian dari syaikh hamdan namanya beliau dari madinah..
aku pun pernah bermain sepak bola bersama beliau..
namun sebelum itu aku sempat kesulitan mengikuti kegiatan disana.. terutama hafalan.. sempat aku jadi yang paling terakhir lulus dari ujian membaca Al Qur'an.. hingga akhirnya aku dinyatakan lulus padahal kawan kawan yang lain sudah memulai hafalan.. aku tertinggal waktu itu.. aku hanya bisa menangis, menangis tak tahan.. alhamdulillah pelan pelan aku bisa mengejar mereka..
kemudian aku juga kesulitan menghadapi pelajaran yang didominasi bahasa arab dan hafalan.. aku sulit memahami.. sekali lagi puji syukur kehadirat Allah aku finish diperingkat ketiga setelah ujian semester.. berhasil mengalahkan kakakku sendiri..
itu semua hanya terjadi dalam setengah tahun.. namun sayangnya aku masih tetap merasa tidak betah dan akhirnya pindah di solo..
di sini perjalanan manis diawal sangat aku rasakan.. aku meraih peringkat pertama untuk yang pertama kalinya didunia smp sekolah menengah pertama.. aku juga menjadi bagian olahraga diosis dan berhasil membuat kompetisi futsal secara liga.. aku juga sempat merasakan manisnya juara satu dalam lomba nasyid yang diadakan setiap tahunnya.. dengan alat musik yang sederhana.. semua berjalan lancar.. aku pun diangkat menjadi ketua kamar sampai diakhir tahun aku dan anak buah kamarku berhasil nyabet juara dua dalam lomba pentas seni dan drama yang biasanya diadakan setiap akhir tahun..
ditahun berikutnya aku diangkat menjadi wakil ketua osis.. otomatis saat itu semua sangat memandangku teruatam ketua osisnya.. aku harus benar benar jadi panutan.. saat itu pula aku sering mendapatkan jajanan, makanan dari setiap wali santri yang datang menjenguk.. entah kenapa anehnya hanya aku yang sering mendapatkan itu..
yaa meskipun aku juga pernah melanggar dan mungkin terbilang sering namun hanya pelanggaran ringan sebenarnya..
ditahun kedua aku juga terpilih dalam kelompok pilihan untuk beladiri dari semua santri setu angkatan yang nantinya akan dilatih dan dipersiapkan untuk setiap pertandingan persahabatan.. setiap malam latihan fisik.. sampai tiba pada saat pertandingan persahabatan antar pondok aku terpilih namun sayangnya berat badanku yang paling ringan jadi tak ada lawan yang sepadan.. hingga akhirnya aku mendapat lawan yang lebih besar.. yaah habislah aku dihajar..
masih banyak pengalamanku dihajar lawan ketika beladiri.. haha tapi sempat berbangga aku karna pada saat latihan ada yang tidak berani melawanku disaat latihan haha kasihan mungkin dia ndak tega.. aku keliatan kecil banget mungkin haha
berlanjut ditahun ketiga di saat itu aku menjadi penasihat angkatan namun akirnya diangkat menjadi ketua angkatan yang sebenarnya saat itu aku hanya menggantikan haha
banyak kenangan manis banyak juga kenangan pahit saat itu.. tapi saat paling mengharukan adalah saat saat perpisahan dengan kawan kawanku disana.. aku menangis sungguh.. entah kenapa aku berat meninggalkan mereka.. walaupun bahagia karena esoknya adalah hari perpulangan..
sebenarnya tek sesingkat ini cerita pengalamanku..
itu masa laluku.. masa lalu yang cerah.. masa lalu dimana aku bisa berjaya.. masa dimana aku diperhitungkan..
tapi sayang semua itu tidak terulang di jenjang berikutnya.. aku hancur.. jauh dari cahaya terang.. aku tersesat jauh kedalam kegelapan.. aku bukan lagi panutan bukan pula teladan..
dalam waktu yang sekejap aku berubah total.. tak ada yang tersisa dari cahaya itu.. aku sendiri tak mau mengingat penyebab itu.. sudahlah..
diriku yang sebenarnya hilang sudah.. kini aku berjalan dengan beribu kepalsuan..
sampai ada sesuatu yang menyadarkanku..
ada percikan yang muncul menghidupkan api serta sedikit memberikan cahaya yang telah lama hilang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar