Selasa, 13 Agustus 2013

kicauan tak berarti

dinginnya pagi
seiring embun yang menetes
mentari yang mulai menampakkan kegagahannya
saat itu juga
nampak burung burung kecil
saling pamer
menunjukkan suara indahnya masing masing

tapi ada satu
satu yang berbeda
berkicau terlampau keras
padahal dia tau bukan suara merdu yang dia miliki
hanya sayap yang sama seperti yang lainnya
sayap yang digunakan untuk terbang
berpindah tempat
ketika cacian dan sumpah serapah tertuju padanya
yang mengisyaratkan padanya untuk pergi jauh jauh
ya cuma sayap itu yang dia miliki

kicauan yang tak berarti
kesalahan yang fatal namun tetap di lakukan
berkali kali
kini sayap itu patah
bukan karena suatu hal
sayap patah itu terjadi karena kesengajaan
yang dilakukan olehnya
agar..
tak lagi berpindah tempat
hanya satu tempat yang dia butuhkan
tempat itulah
burung itu harus bertahan
meski di caci dan di benci
terus berkicau
terus..
walau tak berarti...

Jumat, 02 Agustus 2013

pesimis..
kalah..
rendah..
lagi..
itu lagi yang aku rasakan..
ternyata aku itu nggak seberapa..
penting nggak..
ada pun nggak..
usahaku belum seberapa..
pemberianku belum bernilai apa apa..
tak ada yang bernilai..
tak ada yang berkesan dariku..
sepertinya tak ada yang terkenang dariku..

KEDOKKU...

sore itu..
seiring hilangnya sinar sang surya..
orang orang tersenyum bahagia begitu pun juga aku..
aku hanya mengalir, mengikuti keadaan yang ada..
lampu yang kecil nan remang dinyalakan..
pertanda hari semakin gelap..
sang rembulan pun hadir..
menggantikan sang surya..
karena begitulah jalannya..
mereka saling melengkapi satu sama lain..
sang surya dan rembulan..
memang indah ciptaan tuhan..
iringan iringan nada yang di lontarkan bebrapa insan..
semakin melengkapi suasana bahagia ini..
suasana itu..
sore yang begitu indah..
ya sungguh indah..
namun..
aku hanya pura pura..
senyumku itu, tawaku itu..
semua hanya kedok..
itu tak murni adanya..
tak sesuai apa yang terlihat..
hati ini berkata kata..
hati ini mengumpat..
sumpah serapah..
hati ini merasakan hal yang berbeda..
sesuatu yang membingungkan juga cukup menyakitkan..
takkan ada yang akan pernah peduli..
takkan pernah ada yang akan bertanya..
"ada apa denganmu? apa kamu baik baik saja?"
takkan pernah..
bahkan dirinya pun mungkin tak akan menanyakan hal itu..
ya mungkin sia sia menanyakan hal itu..
apalagi padaku.. toh siapa aku..
tapi lagi lagi..
suasana indah sore itu.. cukup menyakitkan bagiku..
di tambah tiba tiba satu lirik lagu terdengar..
lagu yang.. ahh..
mereka memintaku untuk mengikuti lirik itu..
mereka pikir aku senang..
mereka pikir aku pun bahagia layaknya mereka..
justru aku marah..
sakit hati..
nggak terima..
semakin pesimis..
nggak jelas kemana arahnya perasaanku ini..
tapi mereka tak akan paham..
tak akan peduli..
lagi lagi..
aku pun tak berani berontak..
aku hanya diam..
menerima.. pasrah..
diam karena hanyut dalam kesedihan dan kepedihan..