dinginnya pagi
seiring embun yang menetes
mentari yang mulai menampakkan kegagahannya
saat itu juga
nampak burung burung kecil
saling pamer
menunjukkan suara indahnya masing masing
tapi ada satu
satu yang berbeda
berkicau terlampau keras
padahal dia tau bukan suara merdu yang dia miliki
hanya sayap yang sama seperti yang lainnya
sayap yang digunakan untuk terbang
berpindah tempat
ketika cacian dan sumpah serapah tertuju padanya
yang mengisyaratkan padanya untuk pergi jauh jauh
ya cuma sayap itu yang dia miliki
kicauan yang tak berarti
kesalahan yang fatal namun tetap di lakukan
berkali kali
kini sayap itu patah
bukan karena suatu hal
sayap patah itu terjadi karena kesengajaan
yang dilakukan olehnya
agar..
tak lagi berpindah tempat
hanya satu tempat yang dia butuhkan
tempat itulah
burung itu harus bertahan
meski di caci dan di benci
terus berkicau
terus..
walau tak berarti...
seiring embun yang menetes
mentari yang mulai menampakkan kegagahannya
saat itu juga
nampak burung burung kecil
saling pamer
menunjukkan suara indahnya masing masing
tapi ada satu
satu yang berbeda
berkicau terlampau keras
padahal dia tau bukan suara merdu yang dia miliki
hanya sayap yang sama seperti yang lainnya
sayap yang digunakan untuk terbang
berpindah tempat
ketika cacian dan sumpah serapah tertuju padanya
yang mengisyaratkan padanya untuk pergi jauh jauh
ya cuma sayap itu yang dia miliki
kicauan yang tak berarti
kesalahan yang fatal namun tetap di lakukan
berkali kali
kini sayap itu patah
bukan karena suatu hal
sayap patah itu terjadi karena kesengajaan
yang dilakukan olehnya
agar..
tak lagi berpindah tempat
hanya satu tempat yang dia butuhkan
tempat itulah
burung itu harus bertahan
meski di caci dan di benci
terus berkicau
terus..
walau tak berarti...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar