Selasa, 23 Juli 2013

SORRY

ya dia memang tidak konsisten dengan perkataannya. dia mengecewakanmu, menyakitimu dengan semua keputusan yang dia ambil, dengan semua langkah yang dia ambil. dia tak bermaksud tidak memberitahumu perihal ini. tapi dia takut, dia juga berat hati ketika memutuskan untuk mengambil langkah ini. karena konsekuensi dari keputusanku ini adalah memberi jarak yang begitu jauh denganmu. dia sengaja tidak memberitahu terlebih dahulu rencana ini karena dia takut, takut goyah dan bimbang. ya memang ini salah tapi ini demi mengejar impiannya, belajar menuntut ilmu tanpa harus membebani orang tua. dia hanya berusaha ingin membahagiakan orang tua dengan prestasi yang cukup membanggakan. karena dia sadari memiliki tanggung jawab meningkatkan taraf kehidupan keluarga. maafkan dia ikhlaskan kesalahan dia ya memang perilakunya sangat menyakitkan bagimu.

sekali lagi dia memang tidak konsisten, dia memang pernah punya keinginan untuk sekolah di tempat yang sekarang kamu tempati. dia juga dulu bertekad untuk hijrah ke kota yang akan kamu tempati kelak. tapi waktu itu orangtuanya tidak mengijinkannya karena orangtua tak ingin putranya lagi lagi jauh dari mereka, sehingga dia simpan jauh jauh semua keinginan itu. tapi suatu saat ada kabar dari kawannya tentang beasiswa di sekolah yang jauh dari kota asalnya. awal ragu tapi karena tawaran beasiswa full gratis dia memutuskan untuk mengikuti seleksi itu. perlahan dia temui ibunya bicara baik baik meskipun berat hati namun orangtua mengijinkannya dan mendukungnya

malam itu setelah dia mendaftarkan diri mengikuti seleksi itu. dia berniat memberitahumu via sms, dia sudah memberitahumu hendak ke kota itu, namun dia tak sampai hati untuk mengatakan kalau dia mengikuti seleksi sekolah. dia terpaksa berbohong, dia terpaksa tak mengaku ketika kamu menanyakan tujuan apa padanya. hatinya seperti tergores ketika hendak bilang padamu. semua kata kata yang telah dia rangkai tertahan tak sampai hati dia mengirimkan pesan itu padamu.

sekali lagi maafkan dia, dia tak sehebat dirimu dan kawan kawannya yang lain. dia frustasi tak tahu apa yang harus dilakukan bahkan membayangkan keadaan masa depannya kelak dia tak lagi berani seperti dulu yang bisa mengandai andai sesuka hati. dia tak sepandai dirimu, dia tak sedewasa dirimu, dia masih mudah goyah oleh keadaan. keadaan keluarga yang mendesaknya untuk memutuskan hal ini.

namun dalam hatinya dia tak ingin begitu jauh darimu, bahkan ketika dia berencana tak menghubungimu untuk beberapa waktu. baru sehari dia tak tahan, selalu penasaran dengan keadaanmu, apa yang kamu lakukan. menahan semua perasaan itu baru sehari pun aku terserang demam tinggi, frustasi, tertekan.
dia tak ingin dianggap sebagai pemberi harapan palsu padamu, dimanapun dia berada dia ingin selalu tahu kondisimu. bahakan bila mampu dia ingin mengunjungimu, selalu memberimu dukungan dan dorongan semangat.

maafkan dia maafkan dia, bukalah hatimu lagi untuk mengikhlkaskan segala kesalahannya. dia ingin membahagiakan orangtuanya, keluarganya juga membagi kebahagiaan ini padamu dimanapun dia berada, bagaimanapun kondisinya dia ingin kamu juga merasakan kebahagiaan yang sama dengan yang dia rasakan.

dia sungguh menyesali perbuatannya, sungguh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar